Sambil kupejamkan mata aku mendengarkan bait demi bait lagu Klymaxx yang baru saja aku download. Meski belum pernah mendengarkan sebelumnya tapi rasanya telinga ini tak pernah berbohong, hampir kurasakan koleksi laguku yang telah ku nikmati memiliki ketukan dan beat yang hampir hampir mirip, khas beat 80an. Tak seperti biasa, hari hari terakhir ini aku merasa cengeng, tak terasa mataku berkaca kaca. Lagu lagu lama itu telah membawa anganku kembali ke masa lalu, seakan ku dituntunnya untuk melongok lagi ke belakang. Tak sadar aku telah membuka album kenangan lamaku.

Sampai suatu saat terpikirkan untuk dapat terlahir kembali ke masa lalu, masa yang luar biasa. Berandai jika memiliki mesin waktu seperti The Time Machine-nya Guy Pearce, aku bebas pergi ke lorong waktu manapun. Tentu saja yang aku inginkan untuk kembali ke kampung halamanku, bertemu dengan teman-temanku semasa aku duduk di bangku sekolah. Pasti teman-temanku memiliki perasaan yang sama untuk merindukan hal itu. Sepanjang waktu aku bisa bersama teman-temanku meski kadang cuma berbicara yang tak ada juntrungannya. Bukan hanya itu. Aku akan berusaha memperbaiki kekuranganku untuk yang kedua kalinya meskipun seorang Guy Pearce pun gagal menghidupkan kembali kekasihnya.

Beberapa waktu lalu saat pulang kerumah, tak sengaja terlihat album foto lama terbuka. Foto-foto itu sudah tampak berdebu, berbau apek dengan warna warna yang kusam tak seperti hasil foto sekarang. Tapi justru itu semua yang bisa menghidupkan kembali kenangan lamaku. Aku bisa melihat diriku waktu kecil, waktu aku berambut panjang, sungguh pengalaman yang menggelikan saat itu. Kutatap foto foto lama orang tuaku saat mendekap diriku dengan kulit dan badan yang masih segar. Kulihat teman-temanku dalam rangakain foto yang lain. Semua kulihat sambil mengembalikan kenanganku ke masa lalu.

Kutepis lamunanku. Semuanya sudah berubah kini. Tak ada lagi rambut panjang bahkan sekarang kepalaku sudah mulai botak. Bersyukur kedua orang tuaku masih sehat meski mereka terlihat renta. Tak terdengar juga kabar teman temanku. Semuanya telah berubah seiring berjalannya waktu yang terus berjalan, ketika mentari pagi menggantikan gelapnya malam yang berputar tak kenal lelah. Serasa masa indah itu berjalan terlalu cepat tanpa memberiku kesempatan berasyik masyuk dengan mereka.

Tapi sekarang bukanlah masa lalu, aku hidup dimasa sekarang yang bertambah lama bertambah keras. Bukan saatnya lagi aku harus disuapin kedua orangtuaku justru aku yang harus gantian menyuapi mereka. Tahun demi tahun dilewati, memutihkan rambut mereka, menjadikan kulit mereka keriput, kondisi raga yang tak sekuat dan selincah dulu. Lagi-lagi lamunanku berharap pada mesin waktu untuk dapat mengembalikan mereka orang orang yang aku sayangi.

Rasa-rasanya menentang kodrat apabila mesin waktu itu benar benar ada untuk dapat kembali ke masa lalu, dan untuk mengubah keadaanku. Seakan tidak bersyukur atas apa yang telah dikaruniakan Sang Khalik. Ku masih ditiupkan nafas kehidupan, melihat dunia ini berubah, mendengar kabar baik. Sadar bahwa waktu tak mungkin dihentikan sedetikpun, apalagi untuk mundur ke belakang. Realistis dan optimis untuk menatap masa depan, membuat album kenangan baru bagi kehidupanku dengan sesekali membuka album kenangan lama. Takkan bisa mengelak akan hal ini, waktu terus berlalu, rintangan harus tetap dilalui untuk dapat bertahan dalam menatap masa depan.

Bersyukurlah hari ini kita masih dapat berjumpa dalam kasih sayangNya
Berdoalah dari semua cita cita hidup di dunia dan jangan kita lupa Dia yang ada di atas sana kawan

Sayup sayup lagu 7 Bintang mengalun sendu. Pikiranku kembali melayang, kerinduanku akan masa lalu memuncak, kenangan yang takkan pernah terhapuskan dalam ingatanku.

Jakarta, 09 Mei 2007, 11:02 PM

Share This