Monday, February 6th, 2012

Hallo, penjualan CANDI MURCA I KEN AROK HANTU PADANG KARAUTAN sudah dimulai dari sekarang, jumlah halaman 832 akan terbit Akhir Juli atau awal Agustus dengan harga Rp 75000 sudah didiskon 25% sudah termasuk ongkos kirim ke alamat (melalui jasa pos, TIKI dlll) ke rekening antara lain :
. BCA 2000282670
. BRI 0021-01-044348-50-5
. BNI46 0125721771
. MANDIRI 143-00-0497600-5
atas [...]

Lakon Gajah Mada telah pula sampai di ujungnya. Tragedi Bubat telah melukai begitu banyak pihak dan berdampak sangat luas. Prabu Hayam Wuruk terluka karena cintanya yang sedang mekar tiba-tiba dihadapkan pada maut. Keluarga Raja Majapahit terluka karena akar sejarahnya yang begitu dekat dengan Sunda Galuh mendadak dipangkas dengan paksa. Sunda Galuh adalah pihak yang paling terluka, bukan saja karena harga diri yang dilecehkan tanpa ampun, melainkan juga karena semangat perdamaian, harapan, dan kepercayaan mereka terhadap Majapahit dinodai hingga titik paling hitam.

Daphne adalah cinta pertama Apollo. Apollo jatuh cinta bukan tidak disengaja, tetapi sengaja dibuat secara kejam oleh Cupid, Putra Venus. Apollo melihat seorang anak yang bermain dengan busur dan panah; dan karena Apollo masih mabuk kepayang atas kemenangannya atas Python, dia berkata kepadanya, “Apa yang kau lakukan dengan senjata perang, saucy boy? Berikan kepada mereka yang pantas. Lihatlah aku yang telah mengalahkan ular raksasa yang badannya telah meracuni banyak dataran!”

Ini ada nukilan dari novel sejarah Taiko karangan Eiji Yoshikawa. Buku ini bercerita mengenai kemelut Jepang di abad keenam belas. Tokoh utamanya ada tiga orang Oda Nobunaga, Hideyoshi, dan Tokugawa Ieyasu. Namun yang paling disorot adalah Hideyoshi. Yang aku sayangi dari nasib Hideyoshi adalah dia seorang anak petani. Petani tidak dapat menduduki posisi Shogun, posisi [...]

Di buku cerita silat serial Pendekar Empat Alis (Liok Siau-hong) yang berjudul Manusia Yang Bisa Menghilang ada topik yang membahas profesi tertua di dunia. Ini menarik buat aku paparkan di blog ku ini karena di buku itu di katakan profesi tertua kedua di dunia adalah pembunuh. Sisi menarik yang lain adalah bagaimana tokoh Kakek Kecil yang bermarga Go dan bernama Beng menuturkan profesi pembunuh ini kepada Liok Siau-hong.

Dikatakan profesi pembunuh adalah profesi tertua kedua di dunia, jauh lebih merangsang daripada profesi kuno yang lain, lebih banyak corak ragamnya dan membangkitkan semangat orang. Profesi yang paling tua pertama adalah pelacuran, sejak purbakala perempuan sudah mahir melacur dengan berbagai macam cara, akan tetapi cara membunuh orang tetap cuma satu macam. Mutlak hanya satu macam. Harus mutlak aman. Sesudah membunuh, bukan saja harus dapat mundur dengan aman dan selamat, bahkan mutlak harus tidak meninggalkan sesuatu bekas. Sebab itulah biarpun banyak alat pembunuh, tapi caranya yang paling tepat mutlak hanya ada satu macam.

Kata-kata terindah

Setuju, ngapaen seh kalau punya usaha tapi nggak bisa kaya? Di buku Safir Senduk ini dibabarkan 5 kiat untuk menjadi kaya lewat buka usaha sendiri:

KELAHIRAN 6 Februari 1925 ini amat mengimani kerja. Menganggap kerja sebagai eksistensi abadi bagi manusia. Dan di hati Pramoedya Ananda Toer kerja adalah menulis. Maka menulislah ia. Dalam Rumah Kaca Pram pernah mencatat: ‘.. gairah kerja adlalah pertanda daya hidup, selama orang tak suka bekerja sebenarnya ia sedang berjabatan tangan dengan maut…’ Merokok tanpa putus sejak umur 15 tahun, lahirlah tetralogi yang legendaris itu [Bumi Manusia, Anak Semua Bangsa, Rumah Kaca, dan Jejak Langkah]. Juga judul judul seperti Mangir, Arok Dedes, Arus Batik, Nyanyi Sunyi SeorangBisu dan banyak lagi. Semuanya memiliki kesamaan: menggetarkan dunia. Nominasi Nobel bidang sastra beberapa kali mencatat namanya.

Tak sampai lima kilometer ke tenggara, melalui lapangan terbang Andir, Jalan Raya Pos sampai ke Bandung, di sebuah dataran tinggi bekas kawah purba. Ketinggian rata-rata 700 meter di atas permukaan laut. Kota Bandung sendiri semasa kolonial dimashurkan sebagai Parijs van Java, juga pusat kemiliteran sejak awal abad 20. Semasa Orde Baru memang bukan lagi pusat kemiliteran karena seluruh daratan Indonesia telah diduduki oleh militer. Tentu saja bukan militer Kompeni, bukan militer Hindia Belanda, tetapi militer Orde Baru. Bandung, ibukota Priangan, semasa era kemerdekaan nasional juga mashur di dunia, sebagai ibukota Asia-Afrika, karena di sinilah untuk pertama kali diselenggarakan Konferensi Asia-Afrika, 1955.

Peta_JakartaDuapuluh lima kilometer ke timur Jalan Raya Pos sampai ke Batavia, kota yang dibangun Jan Pietersz Coen. Pada mulanya Batavia adalah benteng yang dibangunnya dan diresmikan pada 30 Maret 1619 untuk kemudian menghapus lagi nama tersebut. Tidak lebih dari 2 bulan kemudian, pada 30 Mei 1619 Kompeni Belanda di bawah Coen menyerbu istana Adipati Jayakarta dan diberitakan dengan kerugian hanya seorang serdadu tewas. Dengan demikian, berdasarkan hukum perang, Jayakarta menjadi milik Kompeni Belanda. Dalam perkembangannya kemudian Batavia menjadi ibukota kerajaan dunia Belanda di Asia dan Afrika, mengakhiri pelayaran liar (wilde vaart) Kompeni, karena sekarang telah ada tujuan yang pasti. Yang dinamai Batavia semasa Coen adalah Jakarta Kota dewasa ini, yakni Kodya Jakarta Utara tanpa Kepulauan Seribu.