Batle of Wisdom
Ada yang menarik dari langganan di mailinglist motivasi, cetivasi dan resonansi. Beberapa hari lalu Cetivasi mengirimkan email yang berisi cerita kebijakan berjudul Kalejengking. Read More
Ada yang menarik dari langganan di mailinglist motivasi, cetivasi dan resonansi. Beberapa hari lalu Cetivasi mengirimkan email yang berisi cerita kebijakan berjudul Kalejengking. Read More
Dari tahun ke tahun kita semua mengalami perubahan. Ada perubahan yang baik ada juga yang buruk. Dengan bertambahnya umur, kesibukan, kebutuhan dan lain-lain, kalau kita hendak melakukan sesuatu terkadang kita bertanya “Apa untungnya buatku?”. Setuju tidak? Setuju aja lah… Read More
“Michael, kamu sedang tidak sibuk?” Begitulah kata pertama yang terucap ketika aku menelpon Michael, yang baru setengah tahun ini menjadi temanku. Setelah dia menjawab bahwa dia sedang tidak sibuk, mulailah aku menangis, seakan seluruh beban dan kesedihan yang ada keluar semua bersama air mata yang mengalir dengan derasnya. Lima belas menit pertama aku hanya bisa menangis dan Michael dengan sabar menemani ku dengan sekali-sekali mengeluarkan beberapa patah kata, berusaha menenangkan diriku. Setelah itu, barulah aku mulai menceritakan masalah yang sedang aku hadapi. Dia mendengarkan dengan sabar. Setelah aku selesai bercerita, barulah ia mengatakan beberapa hal untuk menanggapi masalah aku itu. Kata-katanya yang singkat dan sederhana sangat mudah aku pahami, dan semua itu secara perlahan-lahan membuat aku dapat menghadapi masalahku dengan kepala dingin, tanpa disertai luapan emosi yang berlebihan seperti yang selama ini terjadi sehingga hanya jalan buntu yang aku temui. Read More
Toshinobu Kubota, yang biasa dipanggil Shinji mengucapkan selamat tinggal kepada keluarganya di negerinya yang lama untuk mencari hidup yang lebih baik di Amerika. Ayahnya memberinya uang simpanan keluarga yang disembunyikan di dalam kantong kulit. “Di sini keadaan sulit,” katanya sambil memeluk putranya dan mengucapkan selamat tinggal. “Kau adalah harapan kami.” Read More
Suatu hari, seorang anak lelaki miskin yang hidup dari menjual asongan dari pintu ke pintu, menemukan bahwa dikantongnya hanya tersisa beberapa sen uangnya, dan dia sangat lapar. Anak lelaki tersebut memutuskan untuk meminta makanan dari rumah berikutnya. Akan tetapi anak itu kehilangan keberanian saat seorang wanita muda membuka pintu rumah. Anak itu tidak jadi meminta makanan, ia hanya berani meminta segelas air. Read More